Danrem 044/Gapo Ikuti Rakornas Penanggulangan Bencana

Sumateraxpost.com, PALEMBANG – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) penanggulangan bencana, di Command Center Kantor Gubernur Sumsel Jalan Kapten A Rivai Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang, Rabu (3/3/2021).

Kegiatan Rakornas penanggulangan bencana tersebut, dilakukan secara virtual dan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo secara Virtual.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM, Kajati Sumsel Drs MRum SH MH, Ketua DPRD Sumsel HM A Gantada SH MHum, Kasat Pol PP Sumsel H Aris Saputra, Ketua Humas dan Protokol Hertika Marly,  Kepala Pelaksanana BPBD Sumsel H Iriansyah, Pabandya Ops Kasdam II/Swj Mayor Inf Eko Bhdianto, Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Panji Tjahidin dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumsel Benny.

Presiden RI Ir H. Joko Widodo dalam sambutannya membuka Rakornas menyampaikan, bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung mendominasi kejadian bencana terjadi.

“Catatan BNPB, sebanyak 127 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air. Sedangkan, tanah longsor 30 kali dan puting beliung 21 kali. Kejadian bencana lain yang tercatat, yaitu gelombang pasang 5 kejadian dan gempa bumi 2 kali,” ungkap Presiden.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan fasilitas publik. Dari sejumlah kejadian bencana, kerusakan pada fasilitas penduduk berjumlah 18 unit, rumah ibadah 15, kesehatan 3, kantor 2 dan jembatan 25. Kerusakan fasilitas publik akibat gempa masih dalam pendataan.

“Melihat dampak bencana, masyarakat selalu diimbau untuk tetap waspada dan siaga. Terkait bencana Hidrometeorologi, BNPB meminta masyarakat untuk memperhatikan perkiraan cuaca yang diinformasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengingat puncak musim hujan masih terjadi hingga Maret 2021,” imbuhnya.

BNPB mengingatkan, untuk melakukan persiapan keluarga dalam menghadapi sejumlah potensi bahaya tersebut. Diskusikan di antara keluarga dengan terlebih dahulu mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di sekitar.

Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi, seperti Ina RISK, Info BMKG, Magma Indonesia untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko. Selanjutkan anggota keluarga dapat mendiskusikan upaya konkret yang dapat dilakukan di sekitar tempat tinggal.

laporan : Herbi/Penrem 044 Gapo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here